Nadia Meutia

Nadia Meutia

Personal Family Background/Reasons to Join the Business

Saya datang dari keluarga yang sangat mengutamakan keberhasilan sekolah dan tingkat pendidikan minimal sarjana. Hasil akhir dari keberhasilan orang tua diukur dari anak yang berhasil bekerja kantoran, seperti papa dan mama dulu 🙂 Sehingga, saat anaknya Pak Marzuki dan Bu Hamida yang satu ini ternyata malah jadi penyiar radio, ngga lulus S1, dan malah minta kawin cepet 😀 ternyata cukup membuat orang tua saya kecewa. Kekecewaan mama dan papa adalah hal yang tidak pernah bisa saya lupakan. Walaupun saya sadar kekecewaan mereka sebenarnya adalah ketakutan mereka apabila anaknya ini nanti “susah” hidupnya bila ngga punya titel dan ngga bekerja kantoran. Kekecewaan yang pernah terungkap bahkan saat saya sedang menandatangi akta jual beli tanah dimana ketika Notaris mengatakan, “ wah hebat ya mb Nad sudah bisa kredit tanah umur segini” — mama saat itu berucap,”iya tapi sekolahnya ga lulus…”

Kekecewaan yang sempat membuat saya amat sangat menyesal karena saat mama divonis kanker paru stadium 3B, saya adalah anak yang tidak bisa membantu papa dalam hal membiayai pengobatan mama saat itu. Saya hanya bisa melihat papa menjual semua aset hasil kerja kerasnya seumur hidup sebagai seorang karyawan dan PNS. Saya hanya bisa memberikan waktu menemani mama saat itu. Hari dimana saya mengetahui mama kanker adalah tepat setahun saya menjalankan Oriflame, tepat di hari saya menjadi seorang Director di Oriflame. Saya tau saya ngga punya waktu banyak… pilihan saya hanya Oriflame saat itu, dengan kondisi seorang ibu 2 putri balita yang tidak punya ijazah S1.Saya hanya bisa mengerjakan Oriflame. Mama melewati vonis yang diberikan dokter bahwa hanya akan bertahan 9 bulan. Mama bertahan… dan hari terakhir beliau kuat bisa keluar rumah adalah September 2009, menyaksikan anaknya naik panggung menjadi Diamond Director.

Hari CRV saya datang adalah hari dimana mama hanya kuat saya ajak keliling kompleks rumah menikmati CRV, mobil mewah pertama di keluarga kami. Almarhumah mama adalah tipikal wanita Bugis yang sangat keras pendiriannya dan jarang mau mengakui bila pendapatnya bisa dibuktikan salah (sesuatu yang sangat menurun nampaknya pada anaknya ini :)). Karena itu, saya tau, tidak mudah untuk seorang mama untuk akhirnya mengatakan “titip adek dan kakaknya di Oriflame, ya nak” beberapa saat sebelum beliau akhirnya masuk RS, tidak sadarkan diri, dan akhirnya meninggal dunia… Saya selalu mengatakan, bahwa segala sesuatu yang saya lakukan di Oriflame adalah karena saya punya banyak hutang. Tapi saya pun sadar bahwa segala sesuatu yang saya lakukan di Oriflame adalah untuk mengobati kekecewaan papa dan mama pada anaknya yang satu ini… Saya tau papa kini bangga walaupun tidak pernah terucap langsung pada saya 🙂

Saya tau papa bangga ketika papa saya ajak ke Paris gratis dari Oriflame. Saya tau papa bangga ketika saya naik panggung training besar di kota asal beliau di Makassar dan mengajak adik-adiknya untuk nonton saya Oriflame-an saat itu. Saya tau papa bangga dan mungkin tidak mengerti setiap kali banyak teman-teman yang minta foro barengsampai antri hehe… Oriflame changes lives. Yang orang tidak sadar adalah, bukan hanya mengubah hidup seseorang. Tapi seseorang dan keluarganya. Seseorang dan teman-temannya. Seseorang dan bahkan orang yang tidak dikenal.

Key Success Factors/Best Practices

Saya cinta template dan SOP 🙂 Buat saya punya pegangan yang mudah diduplikasi adalah hal yang sangat menunjang keberhasilan sampai saat ini Alhamdulillah. Tidak bisa hanya meminta orang untuk belajar sendiri. permudah orang lain untuk belajar, untuk mengeahui apa yang kita sudah ketahui.Tiap orang beda cara belajar. Belajarlah untuk mengakomodasi semuanya.